Rabu, 24 September 2014

Back To Thawalib Putri Padang Panjang



Assalaamu'alaikum Wr. Wb
Lama tak jumpa dengan blog kesayangan. Dikarenakan berbagai proses semester akhir perkuliahan dari PPL, KKN, Skrispi dan lainnya, sudah lama saya tidak entri baru di laman ini.
Alhamdulillah hari ini saya kembali dengan status bukan lagi mahasiswa, namun sudah mengabdi di pondok pesantren tercinta Perguruan Thawalib Putri Padang Panjang.
Dengan status baru inilah, selain ingin mengembangkan hobi menulis yang sudah lama diam, saya pun ingin menjadikan bloh ini sebagai wadah silaturrarhim dan pengenalan pesantren tercinta.
So, Keep Station,, dan nantikan kabar selanjutnya,,,
Wassalaamu'alaikum Wr. Wb

Padang Panjang, 24 September 2014
12.18
@ Lokal X KUI Thawalib Putri (Habis ngajar langsung daaaaah ^_^)

Suasana Upacara Bendera dengan Pembbina Kepala Kemenag Kota Padang Panjang Drs. H. Japeri, MM



Majelis Guru Thawalib Putri Bersama Direktur dan Kaur PBM serta Unsur Kemenag Padang Panjang



Pleton Paduan Suara


Pelantikan PETHAS (Pelajar Thawalib Sepakat) Tahun Pelajaran 2014/2015 oleh Ibu Dra. Andrawita

PETHAS Thawalib Putri Beserta Ibu Leliwarti, S.Pd, Ibu Nezmaleni, S.Pd dan Ibu Dra. Andrawita



Jumat, 03 Januari 2014

رحمن رحمن - مشاري راشد العفاسي Mishari Rashid Al Afasy - Rahman

رحمن رحمن - مشاري راشد العفاسي Mishari Rashid Al Afasy - Rahman

Kenapa bisa begini dan begitu ya, Ayah?

Back to writing and I try to don't wear my eye glasses....
Well,,, anggap saja setting adegan berada di sebuah rumah sederhana, sejuk, nyaman... model lama yang jendelanya ada besinya,,,
Suatu sore Nita sedang duduk dengan kertas dan pensil berbulu ayam kesayangannya, entah asik menulis entah asik berpikir. Kemudian ayahnya datang dari belakang dan membawa secangkir kopi dan duduk di kursi depan. Suasana masih hening, hingga ayah meneguk kopinya dan menoleh ke arah Nita yang sedang duduk di sebuah kursi kayu berhadapan dengan meja dan segala peralatannya. Bingung tampaknya.
Ayah menghampiri.
Nit... kenapa anak ayah? sepertinya bingung....
nita pun berbalik. Sudah niat pula rupanya ia berbagi dengan ayahnya itu.
Yah,,, apa semua orang baik yah? apa Nita baik?
Senyum tersimpul dari wajah ayah setelah menyembunyikan wajah kagetnya. Pertanyaan yang tak dikira-kira akan seperti itu adanya.
Kenapa nak? Ayah menarik kursi makan yang tepat berada di belakang kursi kayu tempat Nita berada.
Nggak tau ya yah,, kadang-kadang Nita berpikir, kenapa si A bisa berteman dengan si B, tapi tidak bisa berteman dengan Nita.. atau si C bisa berteman dengan si D, tapi Nita tidak bisa berteman dengannya?
Kenapa ya Yah? Apa Nita tidak baik? apa nita terlalu berpikir buruk tentang teman?
Ayah menghela nafas panjang. Kembali tersenyum dengan pernyataan dan pertanyaan gadis sulungnya.
Bagi ayah, Nita baik, tidak ada yang salah dengan penilaian Nita. Hanya saja, terkadang yang kita pikirkan tidak seperti demikian kenyataanya. Ada kalanya orang itu diam dan mungkin matanya terlihat tajam dan senyum pun tak terlihat dari raut wajahnya, tapi ia orang yang sangat pengiba hatinya dan seringkali menyembunyikan kesedihannya. Adakalanya orang itu selalu tersenyum dan menolong sesama, padahal ia sendiri dalam kesusahan,, Jadi tidak ada yang tahu aslinya orang itu seperti apa.
Tugas kita, bersikap baiklah pada sesama, karena seringkali prasangka itu tidak tepat.
dan jangan lupa juga nak, kita tidak nisa memaksakan kehendak kita akan terjadi juga pada orang. Mungkin si A lebih cocok bertukar cerita dengan B dan lebih nyambung dan bisa membantunya dalam menyelesaikan masalahnya atau bertukar pikiran dengannya, maka kita tidak boleh memaksakan kehendak bahw si A juga akan bersikap sama dengan kita layaknya ia dengan B. Karena tiap orang beda-beda nak, semua punya kurang lebihnya. di sanalah keistimewaan itu berada.
Nita yang sudah dari tadi membelakangi meja, akhirnya membetulkan posisi duduknya dan menuju ke arah ayahnya.
Ia menarik tangan kanan ayahnya dan mencium tangan ayah, kemudian dengan penuh haru ia berucap..
Yah,, makasih ya yah,,, maksiiih banget,, ayah memang pelipur hati Nita.
Ayah tersenyum membelai rambut putri bungsunya itu.


Kemudian angel setting seolah terbang menembus luar jendela dan menatap langit yang jernih dengan hawa sejuk dari angin yang ramah.
End.

Selasa, 06 Agustus 2013

Ramadhan Di Rantau (Ketika Rumah TaK Terjamah)


Ada lagi nih,,,
Buku ini khusus sebagai dedikasiku pada ketidakpulanganku ke rumah pada bulan Ramadhan, alias tidak mudik. Dari pada nangis, lebih baik di tulis dan alhamdulillah, keluar deh. Berikut bukunya :)

New RAMADHAN DI RANTAU #1
-Ketika rumah tak terjamah-

Genre : Kisah Inspiratif
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin & Ary Hansamu Harfeey
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-7876-67-5
Tebal : 140 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp37.000,- 

Belum Ongkir
CP Order : 0812 70 738 139

Sinopsis

Jika pada bulan biasa rindu akan kampung halaman itu bernilai 1, maka pada Ramadhan memuai menjadi 10.
Jika pada bulan biasa rasa lelah dan jenuh itu bernilai 10, maka pada Ramadhan kian tumbuh menjadi 100.
Namun aku takkan mengeluh, bahkan kian kumantapkan pijakan untuk bertahan demi 1 tujuan; melangkah pulang ke rumah yang selama Ramadhan tak terjamah.

 

***
Kontributor:
Boneka Lilin, Widhia Oktoeberza KZ, Sri Juli Astuti, Nazri Z. Syah Nazar, Lita Alifah, Naelil, Kholifaturokhma, Siti Ramdani, Desih Sukaesih, Hesty Damayanti Saleh, Muhrodin A.M, Nunik Susilo Rini, Reni Agustini, Irawati, Arinny Fharahma, Nurul Al’amri, Nenny Makmun, Wardatun Nabilah, Meilani Ambarwati, Dini Nuzulia Rahmah, Khaira az Zulf, Jay Wijayanti

Daftar Tunggu Rilis (Just You In My Heart dan Perjuangan Hidupmu Inspirasiku)

yuhu.......
ini dia yang lagi nunggu rilis....

1. Just You In My Heart





Buku ini adalah beragam cerita bertemakan One Love One Heart dari event "Relation of Life"
Nah, tulisanku ada di jilid 3 nih
Judul : Just You in My Heart.
Design by : Joe Sampson.

Penerbit: Goresan Pena Publishing 


2. Perjuangan Hidupmu Inspirasiku (PHI) 



Buku ini berisi kumpulan puisi yang terinspirasi dari sosok wanita yang para penulis kagumi. Buku ini khusus ku persembahkan untuk adikku tercinta Zahratul Hayah karena dedikasinya sebagai sulung di rumah ketika aku harus merantau ke Tanah Jawa (wah, seperti roman saja :)
Judul : Perjuangan Hidupmu Inspirasiku
Penerbit : Goresan Pena Publishing

3. Tunggu Kelanjutannya.... :)