Sabtu, 10 Agustus 2013
Selasa, 06 Agustus 2013
Ramadhan Di Rantau (Ketika Rumah TaK Terjamah)
Ada lagi nih,,,
Buku ini khusus sebagai dedikasiku pada ketidakpulanganku ke rumah pada bulan Ramadhan, alias tidak mudik. Dari pada nangis, lebih baik di tulis dan alhamdulillah, keluar deh. Berikut bukunya :)
New RAMADHAN DI RANTAU #1
-Ketika rumah tak terjamah-
Genre : Kisah Inspiratif
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin & Ary Hansamu Harfeey
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-7876-67-5
Tebal : 140 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp37.000,-
Belum Ongkir
CP Order : 0812 70 738 139
Sinopsis
Jika pada bulan biasa rindu akan kampung halaman itu bernilai 1, maka pada Ramadhan memuai menjadi 10.
Jika pada bulan biasa rasa lelah dan jenuh itu bernilai 10, maka pada Ramadhan kian tumbuh menjadi 100.
Namun aku takkan mengeluh, bahkan kian kumantapkan pijakan untuk bertahan demi 1 tujuan; melangkah pulang ke rumah yang selama Ramadhan tak terjamah.
***
Kontributor:
Boneka Lilin, Widhia Oktoeberza KZ, Sri Juli Astuti, Nazri Z. Syah Nazar, Lita Alifah, Naelil, Kholifaturokhma, Siti Ramdani, Desih Sukaesih, Hesty Damayanti Saleh, Muhrodin A.M, Nunik Susilo Rini, Reni Agustini, Irawati, Arinny Fharahma, Nurul Al’amri, Nenny Makmun, Wardatun Nabilah, Meilani Ambarwati, Dini Nuzulia Rahmah, Khaira az Zulf, Jay Wijayanti
Daftar Tunggu Rilis (Just You In My Heart dan Perjuangan Hidupmu Inspirasiku)
yuhu.......
ini dia yang lagi nunggu rilis....
1. Just You In My Heart
Buku ini adalah beragam cerita bertemakan One Love One Heart dari event "Relation of Life"
Nah, tulisanku ada di jilid 3 nih
Judul : Just You in My Heart.
Design by : Joe Sampson.
Penerbit: Goresan Pena Publishing
2. Perjuangan Hidupmu Inspirasiku (PHI)
Buku ini berisi kumpulan puisi yang terinspirasi dari sosok wanita yang para penulis kagumi. Buku ini khusus ku persembahkan untuk adikku tercinta Zahratul Hayah karena dedikasinya sebagai sulung di rumah ketika aku harus merantau ke Tanah Jawa (wah, seperti roman saja :)
Judul : Perjuangan Hidupmu Inspirasiku
Penerbit : Goresan Pena Publishing
3. Tunggu Kelanjutannya.... :)
ini dia yang lagi nunggu rilis....
1. Just You In My Heart
Buku ini adalah beragam cerita bertemakan One Love One Heart dari event "Relation of Life"
Nah, tulisanku ada di jilid 3 nih
Judul : Just You in My Heart.
Design by : Joe Sampson.
Penerbit: Goresan Pena Publishing
2. Perjuangan Hidupmu Inspirasiku (PHI)
Buku ini berisi kumpulan puisi yang terinspirasi dari sosok wanita yang para penulis kagumi. Buku ini khusus ku persembahkan untuk adikku tercinta Zahratul Hayah karena dedikasinya sebagai sulung di rumah ketika aku harus merantau ke Tanah Jawa (wah, seperti roman saja :)
Judul : Perjuangan Hidupmu Inspirasiku
Penerbit : Goresan Pena Publishing
3. Tunggu Kelanjutannya.... :)
Ibu Adalah Surgaku
alhamdulillah telah terbit antologi pusi saya
order yuk...........
antologi puisi bertema IBU ADALAH SURGAKU...
ada 2 jilid YANG berisi ratusan puisi dari beberapa penulis,,,
Alhamdulillah,,, punya q ada d jilid 2,,,, :)
Buku kumpulan puisi event hari ibu
Telah Terbit..... Kumpulan Puisi.....
Ibu Adalah Surgaku #1, #2, #3
--Cirebon : Goresan Pena Publishing, 2013
xii + 271 hlm. ; 13 x 19 cm
Copyright © 2013 by Keluarga GP
Penulis : Keluarga GP
Editor : Eni NN dan Hafah Binka
Setting dan Layout : Ariny NH
Desain Sampul : Urai Rizki Abri Nova
ISBN : 978-927-5467-81-7
Cetakan Pertama, Mei 2013
harga : 50.000
Belum Ongkir
untuk pemesanan ketik IAS_NAMA_ALAMAT kirim ke 0812 70 738 139
order yuk...........
antologi puisi bertema IBU ADALAH SURGAKU...
ada 2 jilid YANG berisi ratusan puisi dari beberapa penulis,,,
Alhamdulillah,,, punya q ada d jilid 2,,,, :)
Buku kumpulan puisi event hari ibu
Telah Terbit..... Kumpulan Puisi.....
Ibu Adalah Surgaku #1, #2, #3
--Cirebon : Goresan Pena Publishing, 2013
xii + 271 hlm. ; 13 x 19 cm
Copyright © 2013 by Keluarga GP
Penulis : Keluarga GP
Editor : Eni NN dan Hafah Binka
Setting dan Layout : Ariny NH
Desain Sampul : Urai Rizki Abri Nova
ISBN : 978-927-5467-81-7
Cetakan Pertama, Mei 2013
harga : 50.000
Belum Ongkir
untuk pemesanan ketik IAS_NAMA_ALAMAT kirim ke 0812 70 738 139
Corat Coret si Gue
Malam ini mata masih malas untuk berpejam (ada nggak ya, kata-kata "berpejam?"). Sebenarnya sudah lewat tengah malam, tapi ya, masih malamlah ceritanya. Pikiran masih belum tentu arahnya, belum ada agenda yang harus dipikirkan. Karena kebiasaan gue nulis diari udah gue buang jauh-jauh ke tengah laut karena trauma (padahal belum pernah ke laut bawa diari), akhirnya gue buka lagi si lepy yang mungkin entah beberapa hari belum gue shutdown, baru gue hibernate atau sleep (pembaca ada yang tahu beda hibernate ama sleep, please, tell me!!!!). Dengan bantuan keyboard yang gue beli karena ngidam abis ama ne benda yang penuh huruf, mengalirlah isi pikiran gue dalam tulisan yang nggak tahu berujung dimana entar.
Emmmm (masih mikir kata yang tepat).
Emm (masih belum dapat).
Nah!!! (udah dapat katanya, yaitu "Nah"!!!).
Nah! barusan gue nonton film yang judulnya Penny Pincers atau judul lainnya Many A Little Romance. Nggak tahu ya, kenapa film korea itu namanya nggak cuma satu, kayak sinetron atau film Indonesia tuh, contoh; Alangkah Lucunya Negeri Ini, ya judulnya itu aja, nggak ada nama lain kan? (iya kan?), atau Petualang Sherina, nggak pernah berubah jadi Petualangan Derby atau Petualang Jaka Tingkir. Yang ada mungkin film Indonesia yang berseri, misal; Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2, Get Married 1, 2, 3 ampe 4 kalau nggak salah. Tapi, intinya, nggak ada kan yang 1 film punya 2 judul yang beda (ya iyalah beda, kalau sama ngapain pake 2??).
Namun yang menjadi permasalahannya itu sebenarnya bukan judul filmnya, tapi isinya. Isinya bagus banget; Gila, top markotob lah pokoknya. Tentang perjuangan dua pemuda pemudi yang bahasa kasarnya sepasang gelandangan, yang tidak punya pekerjaan. Namun karena semangat kerja keras dari si Pemudi yang mengajak si Pemuda untuk bekerja sama, maka jadilah mereka bekerjadimana pun ada pekerjaan dan menjadi apapun. Sehingga dalam 2 bulan menghasilkan uang berjuta-juta won (mata uang Korea, Won kan??). Dengan tambahan bumbu ini itu, jadilah film ini menjadi penuh lika liku yang berakhir mengharukan dan bahasa anak mudanya "So Sweet".
Terus? Cuma mau promosi film?
Nggak tahu juga nih. Sebenarnya, gue nulis juga karena gue sumpek. Mau curhat ama siapa juga nggak ada teman. Mau sms, nggak ada yang dekat, telpon apalagi. Akhirnya, beberapa waktu terakhir, sekalipun kebiasan nulis diari udah alhmarhum, tapi gue nggak berhenti nulis. Malahan, sekrang gue sering ikut event menulis, sehingga beberapa diantaranya dibukukan. Pemer? Sombong? Atau caper karena jomblo? Kagak. Gue cuma mau memotivasi aja, bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan jika kita mau mencoba dan berusaha. Kayak value yang disampaikan film diatas tadi. Abis kerja, ditabungin tuh duitnya ampe berjuta-juta jumlahnya.
Sama halnya dengan perjuangan HAMKA dalam mengrungi samudera kehidupan. Semuanya juga gue ketahui dari baa buku Tadarus Cinta Buya Pujangga. Kalau para pembaca menyelami halaman demi halaman, pasti setiap ritme kehidupan HAMKA dari mudanya membnaa pengaruh besar dalam menjalani kehidupan. Gue salut banget ama kegigihan beliau ketika menuntut ilmu, dan karena khair-akhir ini gue lagi belajar nulis, gue juga belajar dan membaca banyak karya-karya beliau. Sekalipun gue nggak ketemu langsung ama beliau, tapi karyanya begitu hidup dan nggak ada matinya.
Enak kan? (apanya? kue lebarannya?) Enak kan, kalau ketika kita udah meninggal namun ada karya atau kenang-kenangan hidup yang masih bisa dilihat dan dipelajari ama generasi penerus. Jadi amal jariyah dah tuh.
Subhanallah. Nikmat Allah yang mana yang akan kau dustakan. Bersyukur aja dengan apa yang diberi, tentunya dengan usaha juga. Karena kalau nggak bersyukur, nggak bakalan ngerasa dapat apa-apa walaupun gunung emas di depan mata.
Udah dulu ya, sepertinya hati sudah lega, plong. Waktunya bubu, nanti sahur kan....
Bye. Moga bermanfaat.
Lasr Ramadhan. 7/8/13 (00.54)
Emmmm (masih mikir kata yang tepat).
Emm (masih belum dapat).
Nah!!! (udah dapat katanya, yaitu "Nah"!!!).
Nah! barusan gue nonton film yang judulnya Penny Pincers atau judul lainnya Many A Little Romance. Nggak tahu ya, kenapa film korea itu namanya nggak cuma satu, kayak sinetron atau film Indonesia tuh, contoh; Alangkah Lucunya Negeri Ini, ya judulnya itu aja, nggak ada nama lain kan? (iya kan?), atau Petualang Sherina, nggak pernah berubah jadi Petualangan Derby atau Petualang Jaka Tingkir. Yang ada mungkin film Indonesia yang berseri, misal; Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2, Get Married 1, 2, 3 ampe 4 kalau nggak salah. Tapi, intinya, nggak ada kan yang 1 film punya 2 judul yang beda (ya iyalah beda, kalau sama ngapain pake 2??).
Namun yang menjadi permasalahannya itu sebenarnya bukan judul filmnya, tapi isinya. Isinya bagus banget; Gila, top markotob lah pokoknya. Tentang perjuangan dua pemuda pemudi yang bahasa kasarnya sepasang gelandangan, yang tidak punya pekerjaan. Namun karena semangat kerja keras dari si Pemudi yang mengajak si Pemuda untuk bekerja sama, maka jadilah mereka bekerjadimana pun ada pekerjaan dan menjadi apapun. Sehingga dalam 2 bulan menghasilkan uang berjuta-juta won (mata uang Korea, Won kan??). Dengan tambahan bumbu ini itu, jadilah film ini menjadi penuh lika liku yang berakhir mengharukan dan bahasa anak mudanya "So Sweet".
Terus? Cuma mau promosi film?
Nggak tahu juga nih. Sebenarnya, gue nulis juga karena gue sumpek. Mau curhat ama siapa juga nggak ada teman. Mau sms, nggak ada yang dekat, telpon apalagi. Akhirnya, beberapa waktu terakhir, sekalipun kebiasan nulis diari udah alhmarhum, tapi gue nggak berhenti nulis. Malahan, sekrang gue sering ikut event menulis, sehingga beberapa diantaranya dibukukan. Pemer? Sombong? Atau caper karena jomblo? Kagak. Gue cuma mau memotivasi aja, bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan jika kita mau mencoba dan berusaha. Kayak value yang disampaikan film diatas tadi. Abis kerja, ditabungin tuh duitnya ampe berjuta-juta jumlahnya.
Sama halnya dengan perjuangan HAMKA dalam mengrungi samudera kehidupan. Semuanya juga gue ketahui dari baa buku Tadarus Cinta Buya Pujangga. Kalau para pembaca menyelami halaman demi halaman, pasti setiap ritme kehidupan HAMKA dari mudanya membnaa pengaruh besar dalam menjalani kehidupan. Gue salut banget ama kegigihan beliau ketika menuntut ilmu, dan karena khair-akhir ini gue lagi belajar nulis, gue juga belajar dan membaca banyak karya-karya beliau. Sekalipun gue nggak ketemu langsung ama beliau, tapi karyanya begitu hidup dan nggak ada matinya.
Enak kan? (apanya? kue lebarannya?) Enak kan, kalau ketika kita udah meninggal namun ada karya atau kenang-kenangan hidup yang masih bisa dilihat dan dipelajari ama generasi penerus. Jadi amal jariyah dah tuh.
Subhanallah. Nikmat Allah yang mana yang akan kau dustakan. Bersyukur aja dengan apa yang diberi, tentunya dengan usaha juga. Karena kalau nggak bersyukur, nggak bakalan ngerasa dapat apa-apa walaupun gunung emas di depan mata.
Udah dulu ya, sepertinya hati sudah lega, plong. Waktunya bubu, nanti sahur kan....
Bye. Moga bermanfaat.
Lasr Ramadhan. 7/8/13 (00.54)
Senin, 05 Agustus 2013
Kamis, 27 Juni 2013
Duhai Jika
Duhai
Jika malam tempat berkumpulnya segala rindu
maka cepatlah terbit siang
Duhai
Jika siang tempat bertemunya para perindu
maka cepatlah malam menjelang
Duhai
Jika mata terpandang pada yang dirindu
palingkanlah
Duhai
Jika hati berbicara tentang rindu
lenyapkanlah
Duhai
Jika telinga kembali mendengar rindu
heningkanlah
Jika malam tempat berkumpulnya segala rindu
maka cepatlah terbit siang
Duhai
Jika siang tempat bertemunya para perindu
maka cepatlah malam menjelang
Duhai
Jika mata terpandang pada yang dirindu
palingkanlah
Duhai
Jika hati berbicara tentang rindu
lenyapkanlah
Duhai
Jika telinga kembali mendengar rindu
heningkanlah
Rabu, 26 Juni 2013
Menjadi Pribadi Bermanfaat: 7 Makanan yang Mempertajam Daya Ingat
Menjadi Pribadi Bermanfaat: 7 Makanan yang Mempertajam Daya Ingat: Anda sangat beruntung bila memiliki kebiasaan konsumsi makanan sehat dan bergaya hidup sehat. Kebiasaan ini mampu menurunkan risiko terkena...
Community of Authors Indonesian: Syarat dan Ketentuan Seleksi Antologi Cerpen untuk...
Community of Authors Indonesian: Syarat dan Ketentuan Seleksi Antologi Cerpen untuk...: Syarat dan Ketentuan : 1. Kompetisi ini terbuka untuk semua orang. 2. Naskah asli, tidak menyadur dan belum pernah dipublikasikan di media...
Selasa, 21 Mei 2013
Lawan Si Malas Dengan Cara Unik Kamu ^_*
Hari masih pagi, cuaca cerah, tidak mendung, sepenglihatanku tanpa kacamata awan pun putih, tidak abu-abu apalagi hitam.. Namun ada satu masalah yang sangat mengganjal dalam pikiranku, dalam otakku. Sepertinya otakku lebih kusut dari bentuk aslinya yang sering ku lihat di buku-buku IPA, rasa nyut-nyut pun sekarang lebih intens (bacanya dengan gaya khas ya.... yang cetar mambahana badai itu loh). Semester hampir tua, itulah julukan yang diberikan kakak kelasku ketika aku mengeluh tentang banyaknya tugas yang harus dikerjakan. Dan pagi ini aku serasa angkat tangan dari segala tugas itu, seakan-akan ada adegan kucing berkacamata yang memakai baju kemeja plus kacamata, lalu mengarahkan pistolnya ke arah ku, maka aku hanya bisa tersudut dan menyerah, dan teriak "OTOKE"....
Huft..... malas, sumpek, sudah tidak ada lagi space kosong yang bisa memberi sedikit tempat lagi untuk tugas yang seharusnya untuk hari ini dikerjakan. Seolah-olah naik gerbong kereta api seperti yang sering ku lihat di reality show Running Man akhir-akhir ini.. gerbongnya sudah penuh sesak. Penuuuuuuuuuuuuhhhhhhhh,,,,,. Tidak ada tempat lagi.
Atau jangan-jangan karena aku sering nonton ya makanya semangat jadi kendor???. Analisis ini juga ku dapat ketika aku menulis catatan ini,,, wuah,,,, dalam adegan kartun biasanya ada lampu pijar yang menyala neh di samping kepala. Kalau begitu bagaimana kalau aku tidak menonton dulu dan beralih kepada folder tugas yang sudah terkerjakan separuh? Iya deh begitu aja deh.
Loh,,, nanya sendiri jawab sendiri???
Ya tidak masalah lah,,,, yang penting kembali ke jalur Shiraathal Mustaqiim.. hwehwehwe... :/
Yuk lah,,, kita sudahi dulu cerita pagi ini, lanjut lain waktu ya,,,
Jangan lupa, SEMANGAT,,,, lawan si MALAS dengan cara unik kamu.,
Wslm.
^_*
Huft..... malas, sumpek, sudah tidak ada lagi space kosong yang bisa memberi sedikit tempat lagi untuk tugas yang seharusnya untuk hari ini dikerjakan. Seolah-olah naik gerbong kereta api seperti yang sering ku lihat di reality show Running Man akhir-akhir ini.. gerbongnya sudah penuh sesak. Penuuuuuuuuuuuuhhhhhhhh,,,,,. Tidak ada tempat lagi.
Atau jangan-jangan karena aku sering nonton ya makanya semangat jadi kendor???. Analisis ini juga ku dapat ketika aku menulis catatan ini,,, wuah,,,, dalam adegan kartun biasanya ada lampu pijar yang menyala neh di samping kepala. Kalau begitu bagaimana kalau aku tidak menonton dulu dan beralih kepada folder tugas yang sudah terkerjakan separuh? Iya deh begitu aja deh.
Loh,,, nanya sendiri jawab sendiri???
Ya tidak masalah lah,,,, yang penting kembali ke jalur Shiraathal Mustaqiim.. hwehwehwe... :/
Yuk lah,,, kita sudahi dulu cerita pagi ini, lanjut lain waktu ya,,,
Jangan lupa, SEMANGAT,,,, lawan si MALAS dengan cara unik kamu.,
Wslm.
^_*
Kamis, 09 Mei 2013
Ketika Kau Memanggilku "Halimah"
“I
don’t care. Kamu tahu tidak Ka? Ketika lelaki itu sudah berubah dan lama-lama
menjauh, berarti ada perempuan lain disana.”
Ada-ada
saja yang terpikirkan ketika sendirian. Apalagi ketika hati dalam keadaan tak
menentu. Semua yang ada di sekitar kita terasa ikut berbicara. Mungkin
kenyataanya tidak benar-benar berbicara, tapi keadaan hati yang melow
membuat angin semakin mendayu-dayu dari yang biasanya. Sepertinya hari ini agak
berbeda.
Mata
kuliah pertama hari ini telah usai. Metodologi penelitian hukum. Awalnya aku
sangat khawatir kalau saja aku tidak dapat memahami perkuliahan kali ini.
Maklum, karena dosennya 3 minggu tidak hadir, membuat aku dan sebagian temanku
merasa blank dengan materi yang telah lalu. Namun kekhawatiran itu
hilang ketika bapak dosen hanya berbagi tips-tips mudah dalam penyusunan
proposal skripsi. Ya, aku telah semester tua, yang bercita-cita lulus di semester
7. Setelah itu aku akan secepatnya kembali ke kampung halaman yang telah 3
tahun lebih ku tinggalkan. Dari barat Pulau Sumatera aku merantau menuju timur
Pulau Jawa. Meninggalkan keluarga, teman, dan seseorang yang pernah mengisi
ruang hati ini sepenuhnya, sampai ke sudut-sudutnya. Namun itu dulu, sebelum
terkhianati.
“Bil,
kemana?,” tanpa sadar, Ika memanggilku dari belakang, membuyarkan konsentrasiku
yang fokus ke depan.
“Perpus,”
teriakku singkat dari jauh, dan aku melihat ekspresi wajahnya. Sepertinya ia
tidak mendapatkan jawaban yang diharapkan. Dan ia pun berlalu menuju asrama.
Sebagai
anak asrama, biasanya kebiasaan rutin seusai kuliah adalah bersama-sama menuju
belakang kampus untuk mencari sarapan, dan di sana sudah berjejer warung
makanan dengan harga sesuai ukuran mahasiswa. Namun untuk akhir-akhir ini,
bagiku perpustakaan menjadi tempat terpenting, bahkan harus dikunjungi setiap
hari. Sekalipun perut belum terisi.
Memasuki
perpustakaan ada hawa semangat yang menggebu-gebu dalam hatiku. “Semangat untuk
menyelesaikan.” Begitulah status facebook seorang kakak kelasku dahulu ketika
ia pun sedang berada di semsater tua. Tak lama aku mengitari perpustakaan, sekedar
mengembalikan buku dan menggantinya dengan buku-buku yang dikira mendukung
untuk proposalku minggu depan. Tidak butuh waktu lama untuk mencarinya, karena hampir
semua buku yang ingin ku cari sudah ku hafal di bagian mana letak rak bukunya.
Tak sampai 15 menit, aku pun keluar. Tak ada lagi tujuan lain, waktunya kembali
ke asrama. Karena perut sudah mulai bernyanyi.
Panasnya
Surabaya memang juara, apalagi ditambah dengan letak kamarku yang berada di
lantai 5, lantai teratas dari rusunawa ini yang berfungsi sebagai asrama ini,
butuh perjuangan untuk menaiki tangga satu persatu, karena masih 5 lantai, oleh
sebab itu tidak ada fasilitas lift. Begitulah kata kakak kelasku dulu, ketika
aku mengeluh harus menaiki tangga setiap hari. Setelah merapikan perkakas
kuliah, aku pun menaiki ranjang yang berada di tingkat atas, kamar ini layaknya
asrama haji yang pernah ku datangi, tiap kamar ada 2 tempat tidur dengan 2
tingkat, di tambah 1 meja dan 2 lemari. Seperti asrama kebanyakan. Setelah
menyalakan kipas angin, aku mencari telepon genggam yang sengaja ku tinggal.
Dan seperti yang telah ku duga, tidak ada 1 pesan pun yang masuk, apalagi
panggilan masuk. Sepi.
Sebenarnya
hanya ada 2 orang yang tahu nomor kontakku, papa dan dia. Dia yang sebenarnya
dulu selalu ku tunggu. Dimana setiap pagi sebelum berangkat kerja selalu
berpamitan padaku, dan begitu juga ketika istirahat siang, selalu menelponku,
dan tak lupa ketika pulang di sore hari, selalu memberi tahu. Tapi itu dulu,
ketika hubungan yang terjalin semenjak 3 tahun yang lalu masih terjaga tanpa
dusta. Dulu, ketika dia selalu menghiburku dan menyemangatiku ketika masalah
seakan tak berhenti datang padaku. Dulu, ketika aku merasa tidak ada lagi yang
peduli kepadaku, dia yang membuatku merasa jadi orang yang paling bahagia di
dunia. Dulu, ketika dengan manisnya dia memanggilku dengan panggilan
kesayangan, Halimah, sosok wanita yang dia sanjung dan dia manjakan. Tapi sekali
lagi itu dulu, sebelum ku tahu ternyata Halimah, bukan hanya aku.
###
Malam
pun menjelang. Pemandangan yang tadinya terasa gersang kini lebih menyenangkan
bagi yang memandang. Terlebih seperti aku yang berada di lantai teratas. Dari
jendela dapat dilihat indahnya kerlap-kerlip lampu dari rumah dan
bangunan-bangunan bertingkat di seantero Surabaya, ditambah dengan angin yang
bertiup merdu, menjadikan keresahan dari siang yang panas, menjadi hilang
seketika.
Agenda
setiap malamnya sama. Seperti biasa ku
hidupkan laptop kesayangan, dan bersiap untuk meluncur di dunia maya. Salah
satu keuntungan tinggal di asrama mahasiswa ini adalah selain dekat dengan
kampus, ada layanan wifi yang sangat membantu para mahasiswa. Kebanyakan dari
mereka memang sangat senang karena lebih mudah untuk online di jejaring sosial.
Namun tidak hanya untuk hiburan semata, wifi juga sangat membantu dalam mencari
tugas kuliah dan mencari informasi tentang berbagai kegiatan yang sekiranya
bisa diikuti. Contohnya aku. Aku tidak hanya menjadikan media online sebagai
media hiburan semata, tapi juga media pembelajaran. Khususnya menulis. Malam
ini aku bermaksud untuk mengumpulkan semua deadline dari event yang bisa
ku ikuti. Setelah semua jadwal telah tersusun dalam list, aku pun membuka email
untuk mengirimkan salah satu karyaku.
Awalnya
aku sedikit bingung dengan pesan masuk yang ada. Banyak nama-nama yang tidak ku
kenali. Namun setelah melihat satu persatu aku baru mengerti, bahwa akun email
yang sedang ku buka adalah email yang dipakai si dia untuk membuat akun facebooknya.
Dan alangkah terkenjutnya aku, bahwa dari percakapan yang tertera, ada bagian dimana
dia memanggil Halimah kepada teman online-nya yang bisa dikatakan
perempuan semua. Kaget, serasa tidak percaya, begitu teganya dia mengkhianati
perasaan yang telah ku bangun dengan rasa percaya dalam waktu tiga tahun,
hingga aku pernah rebut dengan papa karena tidak menyetujuinya. Aku telah
dikhianati orang yang telah ku perjuangkan dengan penuh air mata.
Akhirnya
aku mengerti sekarang, kenapa akhir-akhir ini dia berubah sedikit demi sedikit.
Ternyata ada Halimah yang lain. Aku mengerti sekarang, kenapa dia selalu susah
dihubungi ketika malam hari, aku juga mengerti kenapa tidak ada lagi panggilan
atau pesan singkat yang masuk darinya. Ternyata bukan hanya aku Halimah yang
dimanja, yang di sanjung dan dipuja. Ada Halimah lain yang membuatnya lupa
padaku yang telah terlanjur jatuh dalam lubang dusta. Aku telah dibohongi
dengan bukti yang teramat nyata. Halimah bukan aku semata.
Dan
kini aku mulai mengerti. Dari setiap cerita cinta yang terjadi pada
teman-temanku, kenapa ada masalah yang terjadi. Kenapa hubungan yang tadinya
seperti akan berjalan selamanya, harus terhenti. Kini aku mengerti bagaimana pahitnya
dikhianatai. Aku mengetahui rasanya hati yang disakiti. Dibohongi. Bukan lagi
karena rasa simpati kepada teman yang bercerita hingga air matanya tak bisa
berhenti. Tapi karena aku sendiri yang mengalami. Ketika mengingat kembali
kejadian dari isi email-email tadi, aku merasa sakit hati. Namun mungkin inilah
jalan yang terbaik. Aku memang tidak menanyakan hal ini padanya. Karena ku
yakin dia memang sudah melupakan semua kesetiaan yang pernah diucapkannya. Aku
pada awalnya tidak menerima. Namun ku tahu ini bukanlah waktunya untuk
benar-benar menjalani sebuah hubungan dengannya atau dengan siapapun. Ku yakin
Tuhan memperlihatkan kuasa-Nya padaku tentang lelaki itu dengan menggerakkan
hatiku untuk membuka email waktu itu. Dan aku pun yakin, Tuhan ingin mengajarkan
padaku kesetiaan yang selama ini ternyata hanya dusta semata.
###
“Bagaimana
bil, kabar kakakmu?” Tiba-tiba Ika memecah kembali konsentrasiku.
“Kenapa
tiba-tiba kamu menanyakannya Ka?.” Aku heran, tiba-tiba saja Pakar Cinta yang
baru beberapa waktu lalu menerbitkan bukunya itu bertanya padaku.
“Haha,
habis biasanya statusmu galau terus, tapi sekarang jarang update, kenapa
ayo?.” Selidiknya.
“I
don’t care. Kamu tahu tidak Ka? Ketika lelaki itu sudah berubah dan
lama-lama menjauh, berarti ada perempuan lain disana.” Jawabku lepas pada Ika. Lega.
Aku tidak merasa bersalah dengan mengungkapkan kalimat itu pada Ika yang
terlihat bingung dengan responku. Namun aku benar-benar tidak terbebani lagi saat
ini. Aku tidak heran lagi kenapa pesan singkat tidak singgah lagi di hp ku, aku
tidak kecewa lagi ketika menemui handphone sepi. Karena aku sudah tahu
semuanya. Dia tidak setia. Kenapa
?. Karena ternyata Halimah bukan aku semata.
?. Karena ternyata Halimah bukan aku semata.
Selesai.
Penulis
bernama Wardatun Nabilah, Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat 27 September
1992. Saya adalah penerima beasiswa santri berprestasi kemenag RI di IAIN Sunan
Ampel Surabaya. Sedang dalam proses pembelajaran dalam dunia tulis menulis.
Akun FB: Wardatun Nabilah, Twitter: @Nabil_Tuing, Blog: just-nabil.blogspot.com. Salam kenal.
ket: Cerpen ini telah lolos dalam antologi lomba cerpen Goresan Pena Publishing
Rabu, 01 Mei 2013
MOMENT LONGDISTANCE_R: Menulis Cerita "Aku Kau dan KUA"
MOMENT LONGDISTANCE_R: Menulis Cerita "Aku Kau dan KUA": Kalian Jomblo..? Pacaran tapi LDR-an Atau punya rencana nikah dalam waktu dekat atau mungkin kalian sudah menikah..? yuk ikutan nulis dan ...
Senin, 29 April 2013
AE PUBLISHING: Event Poligami Part II (29 April - 25 Mei 2013)
AE PUBLISHING: Event Poligami Part II (29 April - 25 Mei 2013): Kali ini di grup Antologi Es Campur mengadakan event tentang poligami lagi untuk melengkapi naskah-naskah yang telah terpilih pada event ...
Rabu, 24 April 2013
Kau Ajari Aku Cinta
“Pokoknya kalau ada
nomor baru jangan digubris !!”
Begitulah pesannya ketika
dia memberiku HP. Selalu terngiang di benakku, sosoknya kelihatan garang dan
sangat protektif, tapi ku yakin, dia memberikan seluruh cintanya padaku dan
adik-adiknya yang lain dengan cara yang berbeda. Maklum, kami yang berenam
saudara, hanya si bungsu yang terlahir sebagai adam, dari kakakku sampai adikku
nomor lima, kami semua perempuan, jadi menurutku wajar kalau dia agak sedikit
keras menjaga kami, terlebih jika berkaitan dengan lawan jenis.
“Yara, jika lelaki itu memang serius denganmu, dia
pasti tidak akan takut untuk bertemu papa, setidaknya memperlihatkan mukanya.
Jangan mudah hatimu terbawa sifat baik orang lain, dia bisa baik kepada siapa
saja. ”, itulah petuah hebat darinya, dia belum menikah sampai sekarang karena
ingin melihat adik-adiknya sukses dan meringankan beban orang tua. Terima kasih
kakak atas cintamu.
Bintu muslim adalah nama pena dari Wardatun Nabilah. Saat ini masih belajar dalam kepenulisan. Bisa di temui di @nabil_tuing atau Hanya Nabielsendiri. Email: nabil_just@yahoo.co.id
Paris Ungu
Matahari belum menampakkan sinarnya. Langit
hitam pun masih menjadi kanvas yang indah untuk para bintang. Sebenarnya jam di
HP ku masih menunjukkan 04.30 am, tapi kokok ayam atau siulan burung tak
terdengar disini, Kota Metropolitan kedua yang hawanya sangat panas bagiku. Hal
ini berbeda dengan yang ku rasakan setiap pagi di kampung halamanku. Mungkin
jam terbang ayam-ayam dan burung-burung di kota berbeda dengan di desa.
Suasana asrama tempat tinggalku bersama 23
teman lainnya pun masih sangat sepi, hanya beberapa orang saja yang setelah
selesai shalat malam setia menunggu waktu subuh dalam hamparan sajadahnya. Dan
aku bukan termasuk golongan mereka. Hmmmmmm, karena sebelum azan subuh
berkumandang aku sudah bersih diri dan bersiap dengan pakaian kuliah. Dan
setelah menunaikan shalat subuh, aku pun bersiap menuju kampus. Tak lupa dengan
ransel biru yang sudah berkali-kali ku jahit talinya karena terlalu sering ku
gunakan dalam serangkaian kegiatan kampusku. Tapi untuk menggantinya dengan
yang baru, aku masih terlalu sayang padanya. Tepat pada pukul 05.00 am, saat
pertama kali pintu gerbang di buka, akulah manusia pertama yang keluar dari
rumah bertingkat yang di jadikan asrama putri ini.
Teman-temanku sudah tak lagi heran jikalau
saat mereka baru akan bersiap memulai aktivitas, aku sudah tidak ada di sekitar
mereka. Karena mereka sudah tahu kapan dan kemana aku pergi. Ya, aku pasti ke
kampus kemudian duduk di gazebo, semacam pondok yang ada ada kursi dan meja
yang terbuat dari semen tempat biasa mahasiswa beristirahat dan langsung
berseluncur ke dunia maya. Begitulah urutannya, yang ku lakukan setiap hari dan
menjadi alasan untukku keluar dari asrama paling awal, dan seringkali kembali
ke asrama paling akhir. Aku pun jadi tahu kenapa teman-teman sekelas yang dipelopori
oleh Adit, menggelariku Miss Ngenet. Tapi bukan gelar itulah yang membuatku
betah. Karena selain aku lebih mudah untuk mengerjakan tugas dan mencari bahan
mata kuliah, jejaring sosial yang selalu pertama kali kubuka itu telah
mempertemukanku dengan seseorang. Aku pun menamainya Manusia Maya.
###
“Ra, Ruang berapa?” tiba-tiba ada sms dari Ana teman imutku.
“17” jawabku singkat sembari member tanda smile di ujungnya.
“Qm dah d kls?” balasnya
“Y, bntr lagi” jawabku dan tak lupa tanda smilenya lagi.
Tanpa sadar jam tangan sudah menunjukkan pukul 07.30, mata kuliah
pertama tepat dimulai pukul 07.40. Bergegas ku rapikan laptop dan ku masukkan
ke ransel kesayangan, langkahku ku pun mantap menuju ruang kelas, agaknya Ana
sudah duluan sampai disana.
Benar dugaanku, tak hanya Ana, teman-teman lain pun sudah mulai
ramai. Kelas kami memang dikenal kelas yang unik. Dimulai dari masa setelah
orientasi dilaksanakan, kami yang tinggal satu asrama sudah secara naluriah berangkat
secara rombongan, dan tak hanya itu, yang terkadang bikin kami tertawa adalah
ketika kami menyadari bahwa tas ransel kami sekelas adalah sama, alias kembar.
Hal ini sangat mengesankan.
“An..” sapaku padanya, sambil senyum-senyum
“Pasti liat Manusia Mayamu itu lagi kan? Aku sudah hafal raut wajahmu
itu” jawabnya langsung tanpa jeda.
“Hehe” jawabku
“Hehe” ejeknya. “Eh tapi njgomong-ngomong siapa sih sebenarnya dia?
Jangan-jangan perempuan lagi, hahaha”.
“Ih,,,,, Ada namanya kok, cowok lagi.” Aku sebenarnya masih ingin
cerita panjang lebar tentang lelaki idamanku ini pada Ana, sahabatku yang imut
ini, tapi dalam perkuliahan dia sangat teliti dan cekatan dalam tugas. Tapi
dosen karena dose telah datang , pembicaraan pun terhenti.
“Nanti ku lihatkan fb-nya deh,” bisikku padanya. Dan Ana pun
membalas dengan senyumnya.
###
Udara Surabaya ini memang sangat menyiksaku, aku yang terlahir di
daerah dingin yang dikelilingi pegunungan dan bukitg sangt tidak gterbiasa
dengan cuaca panas, malahan sangat panas.
Bersambung...
Semangat dan teruslah berkarya, bagai seorang
seniman yang mengabdikan karyanya untuk nusa dan bangsa dan agama... J
Langganan:
Komentar (Atom)





