Selasa, 06 Agustus 2013

Ramadhan Di Rantau (Ketika Rumah TaK Terjamah)


Ada lagi nih,,,
Buku ini khusus sebagai dedikasiku pada ketidakpulanganku ke rumah pada bulan Ramadhan, alias tidak mudik. Dari pada nangis, lebih baik di tulis dan alhamdulillah, keluar deh. Berikut bukunya :)

New RAMADHAN DI RANTAU #1
-Ketika rumah tak terjamah-

Genre : Kisah Inspiratif
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin & Ary Hansamu Harfeey
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-7876-67-5
Tebal : 140 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp37.000,- 

Belum Ongkir
CP Order : 0812 70 738 139

Sinopsis

Jika pada bulan biasa rindu akan kampung halaman itu bernilai 1, maka pada Ramadhan memuai menjadi 10.
Jika pada bulan biasa rasa lelah dan jenuh itu bernilai 10, maka pada Ramadhan kian tumbuh menjadi 100.
Namun aku takkan mengeluh, bahkan kian kumantapkan pijakan untuk bertahan demi 1 tujuan; melangkah pulang ke rumah yang selama Ramadhan tak terjamah.

 

***
Kontributor:
Boneka Lilin, Widhia Oktoeberza KZ, Sri Juli Astuti, Nazri Z. Syah Nazar, Lita Alifah, Naelil, Kholifaturokhma, Siti Ramdani, Desih Sukaesih, Hesty Damayanti Saleh, Muhrodin A.M, Nunik Susilo Rini, Reni Agustini, Irawati, Arinny Fharahma, Nurul Al’amri, Nenny Makmun, Wardatun Nabilah, Meilani Ambarwati, Dini Nuzulia Rahmah, Khaira az Zulf, Jay Wijayanti

Daftar Tunggu Rilis (Just You In My Heart dan Perjuangan Hidupmu Inspirasiku)

yuhu.......
ini dia yang lagi nunggu rilis....

1. Just You In My Heart





Buku ini adalah beragam cerita bertemakan One Love One Heart dari event "Relation of Life"
Nah, tulisanku ada di jilid 3 nih
Judul : Just You in My Heart.
Design by : Joe Sampson.

Penerbit: Goresan Pena Publishing 


2. Perjuangan Hidupmu Inspirasiku (PHI) 



Buku ini berisi kumpulan puisi yang terinspirasi dari sosok wanita yang para penulis kagumi. Buku ini khusus ku persembahkan untuk adikku tercinta Zahratul Hayah karena dedikasinya sebagai sulung di rumah ketika aku harus merantau ke Tanah Jawa (wah, seperti roman saja :)
Judul : Perjuangan Hidupmu Inspirasiku
Penerbit : Goresan Pena Publishing

3. Tunggu Kelanjutannya.... :)



 

Sajak Tiga Warna



monggo2...

ada yang baru neh.....
hehehe,,,,,

Buku Sajak Tiga Warna sudah terbit lho.

Harga: 36.000
Belum ongkos kirim.

Yuk diorder

Yang pesan, langsung SMS ke 0812 70 738 139
Format :STW#NAMA#ALAMAT LENGKAP#JUMLAH BUKU#NO HP.

Ibu Adalah Surgaku

alhamdulillah telah terbit antologi pusi saya
order yuk...........

antologi puisi bertema IBU ADALAH SURGAKU...
ada 2 jilid YANG berisi ratusan puisi dari beberapa penulis,,,
Alhamdulillah,,, punya q ada d jilid 2,,,, :)
Buku kumpulan puisi event hari ibu
Telah Terbit..... Kumpulan Puisi.....

Ibu Adalah Surgaku #1, #2, #3
--Cirebon : Goresan Pena Publishing, 2013
xii + 271 hlm. ; 13 x 19 cm


Copyright © 2013 by Keluarga GP

Penulis : Keluarga GP
Editor : Eni NN dan Hafah Binka
Setting dan Layout : Ariny NH
Desain Sampul : Urai Rizki Abri Nova
ISBN : 978-927-5467-81-7


Cetakan Pertama, Mei 2013

harga : 50.000
Belum Ongkir


untuk pemesanan ketik IAS_NAMA_ALAMAT kirim ke 0812 70 738 139

Corat Coret si Gue

Malam ini mata masih malas untuk berpejam (ada nggak ya, kata-kata "berpejam?"). Sebenarnya sudah lewat tengah malam, tapi ya, masih malamlah ceritanya. Pikiran masih belum tentu arahnya, belum ada agenda yang harus dipikirkan. Karena kebiasaan gue nulis diari udah gue buang jauh-jauh ke tengah laut karena trauma (padahal belum pernah ke laut bawa diari), akhirnya gue buka lagi si lepy yang mungkin entah beberapa hari belum gue shutdown, baru gue hibernate atau sleep (pembaca ada yang tahu beda hibernate ama sleep, please, tell me!!!!). Dengan bantuan keyboard yang gue beli karena ngidam abis ama ne benda yang penuh huruf, mengalirlah isi pikiran gue dalam tulisan yang nggak tahu berujung dimana entar.

Emmmm (masih mikir kata yang tepat).
Emm (masih belum dapat).

Nah!!! (udah dapat katanya, yaitu "Nah"!!!).
Nah! barusan gue nonton film yang judulnya Penny Pincers atau judul lainnya Many A Little Romance. Nggak tahu ya, kenapa film korea itu namanya nggak cuma satu, kayak sinetron atau film Indonesia tuh, contoh; Alangkah Lucunya Negeri Ini, ya judulnya itu aja, nggak ada nama lain kan? (iya kan?), atau Petualang Sherina, nggak pernah berubah jadi Petualangan Derby atau Petualang Jaka Tingkir. Yang ada mungkin film Indonesia yang berseri, misal; Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2, Get Married 1, 2, 3 ampe 4 kalau nggak salah. Tapi, intinya, nggak ada kan yang 1 film punya 2 judul yang beda (ya iyalah beda, kalau sama ngapain pake 2??).

Namun yang menjadi permasalahannya itu sebenarnya bukan judul filmnya, tapi isinya. Isinya bagus banget; Gila, top markotob lah pokoknya. Tentang perjuangan dua pemuda pemudi yang bahasa kasarnya sepasang gelandangan, yang tidak punya pekerjaan. Namun karena semangat kerja keras dari si Pemudi yang mengajak si Pemuda untuk bekerja sama, maka jadilah mereka bekerjadimana pun ada pekerjaan dan menjadi apapun. Sehingga dalam 2 bulan menghasilkan uang berjuta-juta won (mata uang Korea, Won kan??). Dengan tambahan bumbu ini itu, jadilah film ini menjadi penuh lika liku yang berakhir mengharukan dan bahasa anak mudanya "So Sweet".

Terus? Cuma mau promosi film?
Nggak tahu juga nih. Sebenarnya, gue nulis juga karena gue sumpek. Mau curhat ama siapa juga nggak ada teman. Mau sms, nggak ada yang dekat, telpon apalagi. Akhirnya, beberapa waktu terakhir, sekalipun kebiasan nulis diari udah alhmarhum, tapi gue nggak berhenti nulis. Malahan, sekrang gue sering ikut event menulis, sehingga beberapa diantaranya dibukukan. Pemer? Sombong? Atau caper karena jomblo? Kagak. Gue cuma mau memotivasi aja, bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan jika kita mau mencoba dan berusaha. Kayak value yang disampaikan film diatas tadi. Abis kerja, ditabungin tuh duitnya ampe berjuta-juta jumlahnya.

Sama halnya dengan perjuangan HAMKA dalam mengrungi samudera kehidupan. Semuanya juga gue ketahui dari baa buku Tadarus Cinta Buya Pujangga. Kalau para pembaca menyelami halaman demi halaman, pasti setiap ritme kehidupan HAMKA dari mudanya membnaa pengaruh besar dalam menjalani kehidupan. Gue salut banget ama kegigihan beliau ketika menuntut ilmu, dan karena khair-akhir ini gue lagi belajar nulis, gue juga belajar dan membaca banyak karya-karya beliau. Sekalipun gue nggak ketemu langsung ama beliau, tapi karyanya begitu hidup dan nggak ada matinya.

Enak kan? (apanya? kue lebarannya?) Enak kan, kalau ketika kita udah meninggal namun ada karya atau kenang-kenangan hidup yang masih bisa dilihat dan dipelajari ama generasi penerus. Jadi amal jariyah dah tuh.

Subhanallah. Nikmat Allah yang mana yang akan kau dustakan. Bersyukur aja dengan apa yang diberi, tentunya dengan usaha juga. Karena kalau nggak bersyukur, nggak bakalan ngerasa dapat apa-apa walaupun gunung emas di depan mata.

Udah dulu ya, sepertinya hati sudah lega, plong. Waktunya bubu, nanti sahur kan....
Bye. Moga bermanfaat.
Lasr Ramadhan. 7/8/13 (00.54)

Kamis, 27 Juni 2013

Duhai Jika

Duhai
Jika malam tempat berkumpulnya segala rindu
maka cepatlah terbit siang
Duhai
Jika siang tempat bertemunya para perindu
maka cepatlah malam menjelang
Duhai
Jika mata terpandang pada yang dirindu
palingkanlah
Duhai
Jika hati berbicara tentang rindu
lenyapkanlah
Duhai
Jika telinga kembali mendengar rindu
heningkanlah


Selasa, 21 Mei 2013

Lawan Si Malas Dengan Cara Unik Kamu ^_*

Hari masih pagi, cuaca cerah, tidak mendung, sepenglihatanku tanpa kacamata awan pun putih, tidak abu-abu apalagi hitam.. Namun ada satu masalah yang sangat mengganjal dalam pikiranku, dalam otakku. Sepertinya otakku lebih kusut dari bentuk aslinya yang sering ku lihat di buku-buku IPA, rasa nyut-nyut pun sekarang lebih intens (bacanya dengan gaya khas ya.... yang cetar mambahana badai itu loh). Semester hampir tua, itulah julukan yang diberikan kakak kelasku ketika aku mengeluh tentang banyaknya tugas yang harus dikerjakan. Dan pagi ini aku serasa angkat tangan dari segala tugas itu, seakan-akan ada adegan kucing berkacamata yang memakai baju kemeja plus kacamata, lalu mengarahkan pistolnya ke arah ku, maka aku hanya bisa tersudut dan menyerah, dan teriak "OTOKE"....

Huft..... malas, sumpek, sudah tidak ada lagi space kosong yang bisa memberi sedikit tempat lagi untuk tugas yang seharusnya untuk hari ini dikerjakan. Seolah-olah naik gerbong kereta api seperti yang sering ku lihat di reality show Running Man akhir-akhir ini.. gerbongnya sudah penuh sesak. Penuuuuuuuuuuuuhhhhhhhh,,,,,. Tidak ada tempat lagi.

Atau jangan-jangan karena aku sering nonton ya makanya semangat jadi kendor???. Analisis ini juga ku dapat ketika aku menulis catatan ini,,, wuah,,,, dalam adegan kartun biasanya ada lampu pijar yang menyala neh di samping kepala. Kalau begitu bagaimana kalau aku tidak menonton dulu dan beralih kepada folder tugas yang sudah terkerjakan separuh? Iya deh begitu aja deh.

Loh,,, nanya sendiri jawab sendiri???
Ya tidak masalah lah,,,, yang penting kembali ke jalur Shiraathal Mustaqiim.. hwehwehwe... :/

Yuk lah,,, kita sudahi dulu cerita pagi ini, lanjut lain waktu ya,,,
Jangan lupa, SEMANGAT,,,, lawan si MALAS dengan cara unik kamu.,
Wslm.
^_*

Kamis, 09 Mei 2013

Ketika Kau Memanggilku "Halimah"




“I don’t care. Kamu tahu tidak Ka? Ketika lelaki itu sudah berubah dan lama-lama menjauh, berarti ada perempuan lain disana.”

Ada-ada saja yang terpikirkan ketika sendirian. Apalagi ketika hati dalam keadaan tak menentu. Semua yang ada di sekitar kita terasa ikut berbicara. Mungkin kenyataanya tidak benar-benar berbicara, tapi keadaan hati yang melow membuat angin semakin mendayu-dayu dari yang biasanya. Sepertinya hari ini agak berbeda.
Mata kuliah pertama hari ini telah usai. Metodologi penelitian hukum. Awalnya aku sangat khawatir kalau saja aku tidak dapat memahami perkuliahan kali ini. Maklum, karena dosennya 3 minggu tidak hadir, membuat aku dan sebagian temanku merasa blank dengan materi yang telah lalu. Namun kekhawatiran itu hilang ketika bapak dosen hanya berbagi tips-tips mudah dalam penyusunan proposal skripsi. Ya, aku telah semester tua, yang bercita-cita lulus di semester 7. Setelah itu aku akan secepatnya kembali ke kampung halaman yang telah 3 tahun lebih ku tinggalkan. Dari barat Pulau Sumatera aku merantau menuju timur Pulau Jawa. Meninggalkan keluarga, teman, dan seseorang yang pernah mengisi ruang hati ini sepenuhnya, sampai ke sudut-sudutnya. Namun itu dulu, sebelum terkhianati.
“Bil, kemana?,” tanpa sadar, Ika memanggilku dari belakang, membuyarkan konsentrasiku  yang fokus ke depan.
“Perpus,” teriakku singkat dari jauh, dan aku melihat ekspresi wajahnya. Sepertinya ia tidak mendapatkan jawaban yang diharapkan. Dan ia pun berlalu menuju asrama.
Sebagai anak asrama, biasanya kebiasaan rutin seusai kuliah adalah bersama-sama menuju belakang kampus untuk mencari sarapan, dan di sana sudah berjejer warung makanan dengan harga sesuai ukuran mahasiswa. Namun untuk akhir-akhir ini, bagiku perpustakaan menjadi tempat terpenting, bahkan harus dikunjungi setiap hari. Sekalipun perut belum terisi.  
Memasuki perpustakaan ada hawa semangat yang menggebu-gebu dalam hatiku. “Semangat untuk menyelesaikan.” Begitulah status facebook seorang kakak kelasku dahulu ketika ia pun sedang berada di semsater tua. Tak lama aku mengitari perpustakaan, sekedar mengembalikan buku dan menggantinya dengan buku-buku yang dikira mendukung untuk proposalku minggu depan. Tidak butuh waktu lama untuk mencarinya, karena hampir semua buku yang ingin ku cari sudah ku hafal di bagian mana letak rak bukunya. Tak sampai 15 menit, aku pun keluar. Tak ada lagi tujuan lain, waktunya kembali ke asrama. Karena perut sudah mulai bernyanyi.
Panasnya Surabaya memang juara, apalagi ditambah dengan letak kamarku yang berada di lantai 5, lantai teratas dari rusunawa ini yang berfungsi sebagai asrama ini, butuh perjuangan untuk menaiki tangga satu persatu, karena masih 5 lantai, oleh sebab itu tidak ada fasilitas lift. Begitulah kata kakak kelasku dulu, ketika aku mengeluh harus menaiki tangga setiap hari. Setelah merapikan perkakas kuliah, aku pun menaiki ranjang yang berada di tingkat atas, kamar ini layaknya asrama haji yang pernah ku datangi, tiap kamar ada 2 tempat tidur dengan 2 tingkat, di tambah 1 meja dan 2 lemari. Seperti asrama kebanyakan. Setelah menyalakan kipas angin, aku mencari telepon genggam yang sengaja ku tinggal. Dan seperti yang telah ku duga, tidak ada 1 pesan pun yang masuk, apalagi panggilan masuk. Sepi.  
Sebenarnya hanya ada 2 orang yang tahu nomor kontakku, papa dan dia. Dia yang sebenarnya dulu selalu ku tunggu. Dimana setiap pagi sebelum berangkat kerja selalu berpamitan padaku, dan begitu juga ketika istirahat siang, selalu menelponku, dan tak lupa ketika pulang di sore hari, selalu memberi tahu. Tapi itu dulu, ketika hubungan yang terjalin semenjak 3 tahun yang lalu masih terjaga tanpa dusta. Dulu, ketika dia selalu menghiburku dan menyemangatiku ketika masalah seakan tak berhenti datang padaku. Dulu, ketika aku merasa tidak ada lagi yang peduli kepadaku, dia yang membuatku merasa jadi orang yang paling bahagia di dunia. Dulu, ketika dengan manisnya dia memanggilku dengan panggilan kesayangan, Halimah, sosok wanita yang dia sanjung dan dia manjakan. Tapi sekali lagi itu dulu, sebelum ku tahu ternyata Halimah, bukan hanya aku.
###
Malam pun menjelang. Pemandangan yang tadinya terasa gersang kini lebih menyenangkan bagi yang memandang. Terlebih seperti aku yang berada di lantai teratas. Dari jendela dapat dilihat indahnya kerlap-kerlip lampu dari rumah dan bangunan-bangunan bertingkat di seantero Surabaya, ditambah dengan angin yang bertiup merdu, menjadikan keresahan dari siang yang panas, menjadi hilang seketika.
Agenda setiap malamnya sama.  Seperti biasa ku hidupkan laptop kesayangan, dan bersiap untuk meluncur di dunia maya. Salah satu keuntungan tinggal di asrama mahasiswa ini adalah selain dekat dengan kampus, ada layanan wifi yang sangat membantu para mahasiswa. Kebanyakan dari mereka memang sangat senang karena lebih mudah untuk online di jejaring sosial. Namun tidak hanya untuk hiburan semata, wifi juga sangat membantu dalam mencari tugas kuliah dan mencari informasi tentang berbagai kegiatan yang sekiranya bisa diikuti. Contohnya aku. Aku tidak hanya menjadikan media online sebagai media hiburan semata, tapi juga media pembelajaran. Khususnya menulis. Malam ini aku bermaksud untuk mengumpulkan semua deadline dari event yang bisa ku ikuti. Setelah semua jadwal telah tersusun dalam list, aku pun membuka email untuk mengirimkan salah satu karyaku.
Awalnya aku sedikit bingung dengan pesan masuk yang ada. Banyak nama-nama yang tidak ku kenali. Namun setelah melihat satu persatu aku baru mengerti, bahwa akun email yang sedang ku buka adalah email yang dipakai si dia untuk membuat akun facebooknya. Dan alangkah terkenjutnya aku, bahwa dari percakapan yang tertera, ada bagian dimana dia memanggil Halimah kepada teman online-nya yang bisa dikatakan perempuan semua. Kaget, serasa tidak percaya, begitu teganya dia mengkhianati perasaan yang telah ku bangun dengan rasa percaya dalam waktu tiga tahun, hingga aku pernah rebut dengan papa karena tidak menyetujuinya. Aku telah dikhianati orang yang telah ku perjuangkan dengan penuh air mata.
Akhirnya aku mengerti sekarang, kenapa akhir-akhir ini dia berubah sedikit demi sedikit. Ternyata ada Halimah yang lain. Aku mengerti sekarang, kenapa dia selalu susah dihubungi ketika malam hari, aku juga mengerti kenapa tidak ada lagi panggilan atau pesan singkat yang masuk darinya. Ternyata bukan hanya aku Halimah yang dimanja, yang di sanjung dan dipuja. Ada Halimah lain yang membuatnya lupa padaku yang telah terlanjur jatuh dalam lubang dusta. Aku telah dibohongi dengan bukti yang teramat nyata. Halimah bukan aku semata.
Dan kini aku mulai mengerti. Dari setiap cerita cinta yang terjadi pada teman-temanku, kenapa ada masalah yang terjadi. Kenapa hubungan yang tadinya seperti akan berjalan selamanya, harus terhenti. Kini aku mengerti bagaimana pahitnya dikhianatai. Aku mengetahui rasanya hati yang disakiti. Dibohongi. Bukan lagi karena rasa simpati kepada teman yang bercerita hingga air matanya tak bisa berhenti. Tapi karena aku sendiri yang mengalami. Ketika mengingat kembali kejadian dari isi email-email tadi, aku merasa sakit hati. Namun mungkin inilah jalan yang terbaik. Aku memang tidak menanyakan hal ini padanya. Karena ku yakin dia memang sudah melupakan semua kesetiaan yang pernah diucapkannya. Aku pada awalnya tidak menerima. Namun ku tahu ini bukanlah waktunya untuk benar-benar menjalani sebuah hubungan dengannya atau dengan siapapun. Ku yakin Tuhan memperlihatkan kuasa-Nya padaku tentang lelaki itu dengan menggerakkan hatiku untuk membuka email waktu itu. Dan aku pun yakin, Tuhan ingin mengajarkan padaku kesetiaan yang selama ini ternyata hanya dusta semata.
###
“Bagaimana bil, kabar kakakmu?” Tiba-tiba Ika memecah kembali konsentrasiku.
“Kenapa tiba-tiba kamu menanyakannya Ka?.” Aku heran, tiba-tiba saja Pakar Cinta yang baru beberapa waktu lalu menerbitkan bukunya itu bertanya padaku.
“Haha, habis biasanya statusmu galau terus, tapi sekarang jarang update, kenapa ayo?.” Selidiknya.
I don’t care. Kamu tahu tidak Ka? Ketika lelaki itu sudah berubah dan lama-lama menjauh, berarti ada perempuan lain disana.” Jawabku lepas pada Ika. Lega. Aku tidak merasa bersalah dengan mengungkapkan kalimat itu pada Ika yang terlihat bingung dengan responku. Namun aku benar-benar tidak terbebani lagi saat ini. Aku tidak heran lagi kenapa pesan singkat tidak singgah lagi di hp ku, aku tidak kecewa lagi ketika menemui handphone sepi. Karena aku sudah tahu semuanya. Dia tidak setia. Kenapa
?. Karena ternyata Halimah bukan aku semata.
Selesai.      

Penulis bernama Wardatun Nabilah, Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat 27 September 1992. Saya adalah penerima beasiswa santri berprestasi kemenag RI di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Sedang dalam proses pembelajaran dalam dunia tulis menulis. Akun FB: Wardatun Nabilah, Twitter: @Nabil_Tuing, Blog: just-nabil.blogspot.com. Salam kenal.


ket: Cerpen ini telah lolos dalam antologi lomba cerpen Goresan Pena Publishing 

Rabu, 01 Mei 2013

MOMENT LONGDISTANCE_R: Menulis Cerita "Aku Kau dan KUA"

MOMENT LONGDISTANCE_R: Menulis Cerita "Aku Kau dan KUA": Kalian Jomblo..? Pacaran tapi LDR-an Atau punya rencana nikah dalam waktu dekat atau mungkin kalian sudah menikah..? yuk ikutan nulis dan ...

Rabu, 24 April 2013

LirikNasyid.com : Hijjaz - Dia Kekasih Allah

LirikNasyid.com : Hijjaz - Dia Kekasih Allah

Kau Ajari Aku Cinta


“Pokoknya kalau ada nomor baru jangan digubris !!” 

Begitulah pesannya ketika dia memberiku HP. Selalu terngiang di benakku, sosoknya kelihatan garang dan sangat protektif, tapi ku yakin, dia memberikan seluruh cintanya padaku dan adik-adiknya yang lain dengan cara yang berbeda. Maklum, kami yang berenam saudara, hanya si bungsu yang terlahir sebagai adam, dari kakakku sampai adikku nomor lima, kami semua perempuan, jadi menurutku wajar kalau dia agak sedikit keras menjaga kami, terlebih jika berkaitan dengan lawan jenis.

“Yara,  jika lelaki itu memang serius denganmu, dia pasti tidak akan takut untuk bertemu papa, setidaknya memperlihatkan mukanya. Jangan mudah hatimu terbawa sifat baik orang lain, dia bisa baik kepada siapa saja. ”, itulah petuah hebat darinya, dia belum menikah sampai sekarang karena ingin melihat adik-adiknya sukses dan meringankan beban orang tua. Terima kasih kakak atas cintamu.
Bintu muslim adalah nama pena dari Wardatun Nabilah. Saat ini masih belajar dalam kepenulisan. Bisa di temui di @nabil_tuing atau Hanya Nabielsendiri. Email: nabil_just@yahoo.co.id

Paris Ungu


Matahari belum menampakkan sinarnya. Langit hitam pun masih menjadi kanvas yang indah untuk para bintang. Sebenarnya jam di HP ku masih menunjukkan 04.30 am, tapi kokok ayam atau siulan burung tak terdengar disini, Kota Metropolitan kedua yang hawanya sangat panas bagiku. Hal ini berbeda dengan yang ku rasakan setiap pagi di kampung halamanku. Mungkin jam terbang ayam-ayam dan burung-burung di kota berbeda dengan di desa.
Suasana asrama tempat tinggalku bersama 23 teman lainnya pun masih sangat sepi, hanya beberapa orang saja yang setelah selesai shalat malam setia menunggu waktu subuh dalam hamparan sajadahnya. Dan aku bukan termasuk golongan mereka. Hmmmmmm, karena sebelum azan subuh berkumandang aku sudah bersih diri dan bersiap dengan pakaian kuliah. Dan setelah menunaikan shalat subuh, aku pun bersiap menuju kampus. Tak lupa dengan ransel biru yang sudah berkali-kali ku jahit talinya karena terlalu sering ku gunakan dalam serangkaian kegiatan kampusku. Tapi untuk menggantinya dengan yang baru, aku masih terlalu sayang padanya. Tepat pada pukul 05.00 am, saat pertama kali pintu gerbang di buka, akulah manusia pertama yang keluar dari rumah bertingkat yang di jadikan asrama putri ini.
Teman-temanku sudah tak lagi heran jikalau saat mereka baru akan bersiap memulai aktivitas, aku sudah tidak ada di sekitar mereka. Karena mereka sudah tahu kapan dan kemana aku pergi. Ya, aku pasti ke kampus kemudian duduk di gazebo, semacam pondok yang ada ada kursi dan meja yang terbuat dari semen tempat biasa mahasiswa beristirahat dan langsung berseluncur ke dunia maya. Begitulah urutannya, yang ku lakukan setiap hari dan menjadi alasan untukku keluar dari asrama paling awal, dan seringkali kembali ke asrama paling akhir. Aku pun jadi tahu kenapa teman-teman sekelas yang dipelopori oleh Adit, menggelariku Miss Ngenet. Tapi bukan gelar itulah yang membuatku betah. Karena selain aku lebih mudah untuk mengerjakan tugas dan mencari bahan mata kuliah, jejaring sosial yang selalu pertama kali kubuka itu telah mempertemukanku dengan seseorang. Aku pun menamainya Manusia Maya.
###
“Ra, Ruang berapa?” tiba-tiba ada sms dari Ana teman imutku.
“17” jawabku singkat sembari member tanda smile di ujungnya.
“Qm dah d kls?” balasnya
“Y, bntr lagi” jawabku dan tak lupa tanda smilenya lagi.
Tanpa sadar jam tangan sudah menunjukkan pukul 07.30, mata kuliah pertama tepat dimulai pukul 07.40. Bergegas ku rapikan laptop dan ku masukkan ke ransel kesayangan, langkahku ku pun mantap menuju ruang kelas, agaknya Ana sudah duluan sampai disana.
Benar dugaanku, tak hanya Ana, teman-teman lain pun sudah mulai ramai. Kelas kami memang dikenal kelas yang unik. Dimulai dari masa setelah orientasi dilaksanakan, kami yang tinggal satu asrama sudah secara naluriah berangkat secara rombongan, dan tak hanya itu, yang terkadang bikin kami tertawa adalah ketika kami menyadari bahwa tas ransel kami sekelas adalah sama, alias kembar. Hal ini sangat mengesankan.
“An..” sapaku padanya, sambil senyum-senyum
“Pasti liat Manusia Mayamu itu lagi kan? Aku sudah hafal raut wajahmu itu” jawabnya langsung tanpa jeda.
“Hehe” jawabku
“Hehe” ejeknya. “Eh tapi njgomong-ngomong siapa sih sebenarnya dia? Jangan-jangan perempuan lagi, hahaha”.
“Ih,,,,, Ada namanya kok, cowok lagi.” Aku sebenarnya masih ingin cerita panjang lebar tentang lelaki idamanku ini pada Ana, sahabatku yang imut ini, tapi dalam perkuliahan dia sangat teliti dan cekatan dalam tugas. Tapi dosen karena dose telah datang , pembicaraan pun terhenti.
“Nanti ku lihatkan fb-nya deh,” bisikku padanya. Dan Ana pun membalas dengan senyumnya.
###
Udara Surabaya ini memang sangat menyiksaku, aku yang terlahir di daerah dingin yang dikelilingi pegunungan dan bukitg sangt tidak gterbiasa dengan cuaca panas, malahan sangat panas.

Bersambung...

Semangat dan teruslah berkarya, bagai seorang seniman yang mengabdikan karyanya untuk nusa dan bangsa dan agama... J