Mataku
mulai bosan memandangai layar tv sebesar telapak tangan, punggung juga
terasa mulai panas dan mulai tak tenang, yah, bosan. Ada hal lain yang
ku rasakan malam ini, tanganku sudah gatal lagi untuk menyentuh tus
keyboard laptop yang telah lama mati suri karena aku yang kehilangan
gairah menulis. Entah cerita apa yang ku buat, rasanya aku hanya merubah
setiap gumaman dalam kepala menjadi rangkaian huruf sehingga
menghasilkan suatu kalimat yang tertulis, tentu saja dengan bantuan
jari-jemari yang tak henti menari. Bahkan kebiasaan ini hampir membuatku
hafal dimana letak para huruf yang terbungkus kotak persegi empat dan
berjejer tak berurut dalam keyboard. Aku jadi berpikir kenapa tidak
berurut sesuai alfabet ya? Apa anda juga pernah memikirkannya?.
Sekali lagi aku mengenang perkataan seorang teman, yang sebanarnya usianya lebih tua dariku, namun dia adik tingkat dalam kuliahku, dia berkata apabila ada yang terpikirkan, tuliskan saja. Aku lupa susunan katanya secara persis, tapi kira-kira begitulah intinya. Akhir-akhir ini aku sering menulis catatan fb. Tak tahu mengapa, kalau aku menulis di word, kata-kataku terasa hilang, apakah mungkin karena di word tidak ada tulisan "Terbitkan"?.
Aku menoleh ke arah belakang, ku lihat telepon genggam tersudut sendirian di dekat bantal. Ada rasa kasihan aku melihatnya, niat hati ingin mengambilnya, ada film yang sedang ku tonton di sana, namun tanganku masih gatal untuk menari. Tapi aku akhirnya aku mengambilnya.
Kuletakkan headset di telinga, sebenarnya telingaku sebelah kanan sudah mengaung sakit karena aku jarang tidak memakai pendengar suara ini, aku tak suka keributan atau mendengar suara-suara lain ketika aku sedang beraktivitas apalagi tidur, aku memang ingin sendiri, atau lebih singkatnya headset memebuatku merasa aku menikmati hidupku tanpa gangguan apapun. Ku sentuh layar yang selebar telapak tangan itu dan ku buka tv analog yang ada pada menu, ternyata film sudah di putar. Born To Be King, itu judulnya. Diawali dari cerita mimpi seorang lelaki yang teringat tentang seorang wanita yang sepertinya pernah hadir dalam hidupnya samapai akhirnya wanita itu pergi karena suatu kecelakaan yang membawa pada kematian, sepertinya cerita akan sengit. Tapi aku tak akan membuat resensi film di sini, aku hanya memikirkan, atau lebih tepat ingin tahu bagaimana perasaan seorang wanita yang kini hadir dalam kehidupan lelaki itu sementara ingatannya masih tertancap pada masa lalunya. Entahlah, lihat bagaimana akhirnya saja.
lalu klimaks catatan ini apa?
Entahlah, yang penting aku telah membaca cerpen dalam antologi dan aku menulis, tertarik menulis. Anggap saja aku mempraktekkan apa yang ku dapat dari membaca cerpen, aku membaca cerpen, aku belajar dan aku menulis. Itu saja. hehe.
Dan ternyata panjang juga ya, dan aku pun akan berlatih lagi, em, sepertinya belum usai.
MUdah-mudahan.

Sekali lagi aku mengenang perkataan seorang teman, yang sebanarnya usianya lebih tua dariku, namun dia adik tingkat dalam kuliahku, dia berkata apabila ada yang terpikirkan, tuliskan saja. Aku lupa susunan katanya secara persis, tapi kira-kira begitulah intinya. Akhir-akhir ini aku sering menulis catatan fb. Tak tahu mengapa, kalau aku menulis di word, kata-kataku terasa hilang, apakah mungkin karena di word tidak ada tulisan "Terbitkan"?.
Aku menoleh ke arah belakang, ku lihat telepon genggam tersudut sendirian di dekat bantal. Ada rasa kasihan aku melihatnya, niat hati ingin mengambilnya, ada film yang sedang ku tonton di sana, namun tanganku masih gatal untuk menari. Tapi aku akhirnya aku mengambilnya.
Kuletakkan headset di telinga, sebenarnya telingaku sebelah kanan sudah mengaung sakit karena aku jarang tidak memakai pendengar suara ini, aku tak suka keributan atau mendengar suara-suara lain ketika aku sedang beraktivitas apalagi tidur, aku memang ingin sendiri, atau lebih singkatnya headset memebuatku merasa aku menikmati hidupku tanpa gangguan apapun. Ku sentuh layar yang selebar telapak tangan itu dan ku buka tv analog yang ada pada menu, ternyata film sudah di putar. Born To Be King, itu judulnya. Diawali dari cerita mimpi seorang lelaki yang teringat tentang seorang wanita yang sepertinya pernah hadir dalam hidupnya samapai akhirnya wanita itu pergi karena suatu kecelakaan yang membawa pada kematian, sepertinya cerita akan sengit. Tapi aku tak akan membuat resensi film di sini, aku hanya memikirkan, atau lebih tepat ingin tahu bagaimana perasaan seorang wanita yang kini hadir dalam kehidupan lelaki itu sementara ingatannya masih tertancap pada masa lalunya. Entahlah, lihat bagaimana akhirnya saja.
lalu klimaks catatan ini apa?
Entahlah, yang penting aku telah membaca cerpen dalam antologi dan aku menulis, tertarik menulis. Anggap saja aku mempraktekkan apa yang ku dapat dari membaca cerpen, aku membaca cerpen, aku belajar dan aku menulis. Itu saja. hehe.
Dan ternyata panjang juga ya, dan aku pun akan berlatih lagi, em, sepertinya belum usai.
MUdah-mudahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar