Senin, 21 Mei 2012

Tangisan Surau Dermaga Suramadu (Part 1)


Malam ini rasanya telah jauh ku melangkah. Memaksakan kaki terus menapaki jalan berkerikil ini. Sebenarnya aku pun tak tahu mau kemana dan jalanan ini bukan jalan setapak yang tak banyak dilalui orang. Jalan ini selalu ramai dan padat. Bagaimana tidak, wilayah ini adalah jalan yang berdekatan dengan kampus dan banyak kost-kostan. Penjaja makanan telah berjejer siap menunggu pembeli, kendaraan hilir mudik memenuhi setiap persimpangan jalan, lampu-lampu motor dan mobil sangat menyilaukan mata . Pejalan kaki juga mondar mandir dengan bawaan di tangannya masing-masing. Suasananya ramai, tapi bagiku tetap sepi. Sebuah ironi yang seringkali ku rasakan ketika mood lagi posisi buruk. Entah apa yang kurasakan saat ini, tidak jelas. Yang kutahu pasti, kuterus melanjutkan perjalanan mungkin sekitar 2 jam sebelum jam tanganku menunjukkan 21.00, waktu harus kembali ke kamar kost. Haaaaaah….. mendesah mengingat betapa tidak tenangnya hatiku malam ini. Terkadang pikiran seperti ini membawaku kembali mengingatnya.

bersambung ......

Kamis, 17 Mei 2012

BERBAGI MATAHARI



Sudah lama aku berdiri di depan cermin, bukan dandan atau memperbaiki letak kacamata ataupun membetulkan bentuk kerudung.  Apa???

Emmm???? Apa lagi? Pulpen? Catatan? Duit? (hehe) yang terpenting adalah My Lovely Diary. Teman curhat yang selalu setia ku gelitik tiap saat, dimana saja, kapan saja, sangat setia. Karena sudah lengkap semua, maka aku pun beranjak meninggalkan kamar kost yang mungil, namun penuh makna ini. Itulah yang membuat ku betah tinggal di sini. Makna apa? Lain kali saja.

Gemuruh bis kota dan klakson seakan menjadi musik yang selalu menyambutku riang ketika keluar dari dari Gang Shaleh, tempatku tinggal. Sudah menjadi pemandangan biasa. Debu. Panas. Pekaknya mesin. Bagiku itu semua adalah nyanyian alami kehidupan pinggiran yang sekali lagi penuh makna. Makna apa lagi? Makna hidup,  penghidupan dan yang pasti kehidupan. Kehidupan yang saling berbagi, berbagi matahari.

# # #

Bu, pagi ini Na naik bis kota lagi seperti biasanya, Na kembali menyaksikan atraksi pengamen. Baju dan rambutnya sedikit kusut dan kusam, tapi senyum tetap berusaha ia tampakkan meski pahit. Ibu tahu apa yang dinyanyikannya bu? Lagu tentang ayah.

# # #

Bu, dalam perjalanan menuju kampus, Na melihat pengemis yang membawa serta anaknya bu, dalam kain gendongan yang sudah lusuh. Na menangis dalam hati bu. Merenung betapa kejamnya kehidupan yang amat bertopang pada konsekuensi dan esensi yang berkompetisi bu. Ana rindu ibu.

# # #

Bu, di kelas tadi Na sempat terlamun ketika teman-teman sibuk memperdebatkan sebuah teori yang berbahasa langit. Memang semalam Na belum mempelajarinya. Tapi apakah mereka pernah memikirkan juga teori bagaimana agar tidak ada lagi pengemis seperti yang Ana lihat tadi?

# # #

Bu, tadi di kampus Na melihat pak rektor, tapi hanya dibalik kaca sedannya yang mewah, dia tersenyum sedikit dan kembali menutup kaca jendelanya. Terkadang Na juga terpikir untuk menjadi dosen bahkan rektor, tapi Na tetap ingin menjadi seperti ibu, menjadi guru TK dan SD, lebih menyentuh. Ibu, senyum dan sejuta kasih ini untukmu.

# # #

Bu, dalam perjalanan pulang tadi Na kembali naik bis kota, macet dan gerah bu. Kasihan kondekturnya harus bolak balik depan belakang menagih ongkos, kasihan juga bisnya yang sudah tua dan peot sudut-sudutnya harus tetap membawa puluhan  penumpang. Tapi inilah sumber hidup. Sopir, kondektur, pengamen, pedagang, bahkan pegawai. Semua bisa saja bertopang pada lajunya bis ini. Sekali lagi Na dapat pelajaran bu.

Perjalanan menuju kost masih jauh, masih bisa menulis, gumamnya dalam hati.

# # #

Bu, DPR mau bikin gedung baru. Na geram bu, karena masih banyak warga kota apalagi di desa yang masih butuh kehidupan layak, buruh yang gajinya belum dibayar, bahkan Pak Jono, Pak Daus dan Pak Dadang harus tinggal satu atap beserta anak istri mereka karena sama-sama digusur. Na iba mendengar cerita mereka bu. Tapi sekarang mereka sudah mulai tersenyum dengan pekerjaan pemulung bu. Meski hasilnya sedikit, tapi mereka giat bu. Na senang bermain dengan anak-anak mereka, semuanya rajin bu. Ramadhan besok Na berencana mengadakan Baksos disana bu, bersama teman-teman universitas. Na mau mengajar disana bu. Karena dari mereka, Ana belajar arti hidup. Karena dari Ibu, Na belajar mensyukuri kehidupan.

# # #

Bu, Na bermimpi, pulang dan menyalami ibu dan adik-adik. Tapi ayah belum pulang dari kantor. Tapi setelah itu mimpinya hilang bu, hanya sebatas pintu kamar tidur. Esoknya Na mimpi yang sama, ibu dan adik-adik tengah bermain dihalaman. Ana kembali menyalami, dan kali ini ayah datang sebelum akhirnya Na kembali hilang bu. Tanpa sadar air mata ini jatuh bu. Ana menangis.

# # #

Kukuruyyyyuuuuuuuuuk ...!!!!!

Astaghfirullah... mimpi? Benar mimpi?. Ku coba tersenyum dan segera mengambil diari. Catatan terakhir berjudul “ gedung baru DPR”, jadi benar mimpi? Langsung ku lihat jam tangan. Baiklah, ibu, apa yang akan ditulis anakmu hari ini???. Matahari juga telah membagi sedikit cahayanya kedalam kamar Ana seperti tulisannya.

 

Oleh mawar berduri

Ditulis segera setelah sembuh

Pelangi di Dua Hari (Sabtu n Minggu)



Ini adalah sedikit cerita tentabng perjalananku dalam dua hari kemaren, sabtu minggu yang penuh warna-warni.
Sabtu
Seperti biasa, tiap jumat malam ada sms dari koor tilawah, ( Mr. Haris Khan, baca: kak Haris) yang isi smsnya aku udah hafal banget, rangkaian kegiatan senam vocal dan tausyekh doi hari sabtu.
Pagi2 banget aku udah bangun, setelah mandi, aku pun berangkat menuju kampus ( gedung SAC) tempat kita biasa senam vocal, dari olahraga tangan yang pegelnya minta ampun, latihan pernafasan sampe kita yang harus teriak2…. Lucu deh, aku sering nggak serius jadinya, isin bahasa jawanya, = malu.
Tepat jam 7 senam vocal pun bubar, aku langsung buru-bru pulang, karena nanti jam 10 harus berangkat ke pacet untuk RAKER PENGURUS CSS Mora, sementara jam 8 aku harus rutinitas Tusyekh dulu, dan masalahnya kau belum nyiapin apa-apa buat dibawa ke Pacet,,, bener2  terburu-buru… tapi seru….
Tausyekh pun selesai,,
Aku langsung cepet2 pulang, dan kulihat temen2 udah pada mau berangkat, udah bawa ransel masing2,,, sementara aku harus ngejemur baju yang dicuci tadi dulu, nggak sempet karena udah telat tausyekh, Alhamdulillah setelah 3 x bolak balik pesmi karena ada aja yang ketinggalan, kita semua berangkat ke Pacet,, huft….. akhirnya……
Disinilah pelangi itu mulai merangkai warnanya…
Ketika jalan2 waktu SD dulu, aku dan temen2 selalu bersorak kalo monil kami saling mendahului, nah sekarang, aku, Eva dan Puteri pun berbuat hal yang sama, tapi yahukah apa yag terjadi dengan mobil cowok????? Mereka diam aja, nggak da respon,, bener2 beda dengan temen2 ku dulu,, iya cih, mereka udah dewasa,, tapi malu aja, kita jadi salting gitu,,, maluuuuu…….  Tapi nggak selamanya mereka diam,, ada cerita heboh nantinya….
Di dalam mobil kita rame banget, cerita2, dengerin lagu india yang semakit hangat,  nyanyi bareng,, hingga sampai lah kita di Pacet,, wilayah yang mendaki,, mananjak, curam,, tapi ada pelangi di villa ini,,,
Setelah beres2, makan, kita pun ngumpul untuk sosialisasi AD/ART n GBHO Css, yang dipimpin kak Syamsul ( Orang Gila... ada cerita tentang dia n Kak Ije nanti), berselang beberapa waktu, pembacaan dialihkan kepada Kak Muhyiddin, ntah apa yang membuat dia yang akhirnya membacakan GBHO,, dan semuanya pun selesai...
Selanjutnya dilanjutkan rapat masing2 divisi yang membahas PROKER, yangmana aku, Isna, Muhammad, Thaha yang kebetulan kami sekelas berada di divisi TU yang berubah nama sementara TU KESTA.. lebih banyak program bisnisnya cih,, hehe,,, tapi diterima semua,, alhamdulillah,,,
Malam pun menjelang,,
Aku dan teman2 dikamar cerita2 tentang pernikahan,, hahahaha,, ulah kami yang mencari panggilan buat anak2 nanti,, Eva yang mau dipanggil madam, aku yang mau semua keluarga memekai panggilan bahasa arab, dan lain2,penuh tawa canda,,,, aku, Eva, Ifty, Ni’ma, Putri, Ila, Hanik... sambil makan2, entah berapa bungkus makanan ynag kami habiskan,, hihihi....
Sekitar jam 8 malam lebih dikit lah, kita melnakha ke rapat pleno, yang semua divisi yang menyampaikan programnya masing2,, dipimpin lagi oleh Kak Syamsul yang udah mulai eror,, lucu deh, nggak terlalu formal tali tujuan kita nyampe..
Jam 11 malam semua selesai, dan kita pun tidur,,,,
Huuuuuuuaaaaaa......
Minggu.
Setelah mandi subuh2 jam 4, yang airnya supeeeeeeeeeeeeeeer dingin ( lebay.com ) aku pun ingin olahraga dengan tali skipping yang sengaja ku bawa, biar tambah tinggi,, dan Devi pun mau juga, akhirnya kita pergi jalan n nyari jajan,, udahj ada yang buka, tapi disana mahal banget,,,, bener deh,,, tapi ikhlas ja lah,, tooh pasarnya jauh dari bukit,,,, hehe..
Setelah jalan2 aku dan temen2 nyanyi bareng, kebetulan iman bawa gitar, jadi disana ada iman, syamsul, ja’far, jejen, mukhlis, muhammad, devi, ifty, isna, hanik, n puteri,, kita nyanyi bareng, entah berapa lagu yang habis kita nyanyikan, kasihan tangan iman capek main gitar,,, nggak lupa deh ama jasa kamu,, hehe...
Setelah itu kita mencar, siap-siap buat acara jam 8 nanti, Pembuatan Kalender Pengurus gitulah,, karena ngeliat film bagus, aku pun jadi ikut2an nonton ma kakak2 n temen2 cowok, iseng aja.
Nah disini kak syamsul mulai bikin ulah, ngasih teka-teki jorok, iiihhh... dan ini pun berlanjut waktu mereka makan, aneh,, padahal nasinya udah ku taruh di depan pintu kamar mandi, tapi tetep abis,, ketika makan ssiang aku, Kak Syamsul, n Kak Ije nyoba tantangan siapa yang tahan makan sambil diceritain derita2 jorok gitu,, sayang banget aku nggak kuat,, awalnya doank,, akhirnya, perutku mulai nggak tahan,, dasaaaaaaaaar,, akan ku balas selanjutnya,,, ketika mereka makan waktu mau pulang, setidaknya misi ku berhasil, karena makan mereka nggak habis 1-1 = satu sama,,, horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee,,,,,, hahahaha,,,,
Ada tawa, ada tangis di air terjun, teringan masa lalu yang begitu bahasia, namun sekarang msa itu berganti menjadi masa yang amat menyedihkan,,, cukup di dalam hati saja cerita itu mengalir, seiring hati yang terus bingung da air mata yang selalu mengalir,,, Rabb,,, tolong aku,,,


Dan pelangi itu mulai menghilang ketika langkah mulai menapaki Surabaya kembali,, penasaran dengan cerita selanjutnya...

Makasih semuanya....
Udah menyumbangkan warna di dua hari ini,,,,
Semua pengurus CSS Mora IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA Perode 2011-2012
RAKER di Pacet, 14-15 Mei 2011

Cinta simalakama



Heningku telah menyebut namamu
Pandanganku nan dalam telah membekas wajahmu
Aku hanya manusia biasa yang sejujurnya punya rasa
Tapi semua entah mengapa hanya ada tanda tanya
Cinta simalakama
Detikku berhenti teringat laku baikmu
Ingin ku retas
Namun apa dayaku
Semua membekas tak sesuai inginku
Cinta simalakama
Aku memang tak pintar mengolah kata
Menata judul pun ku tak bisa
Tapi semua soal rasa bukan kata
Rasa yang harusnya tak boleh ada
Tapi ku buka bagaikan kotak Pandora
Yang tak harus ku buka
Cinta simalakama
Kata orang
Bukan perpisahan yang ditangisi
Tapi pertemuan yang disesali
Namun tidak bagiku
Menyayangimu setulusnya
Adalah keberanian yang pernah ku lakukan dalam hidupku
Mengenalmu sedikitnya
Mengajarkanku akan hal-hal baru yang lama ku tutup dengan telapak tanganku
Berpisah denganmu
Adalah kesabaran yang harus ku lakukan demi melanjutkan hidupku dan bahagiamu
Mungkin sedikit berlebihan
Tapi catatan ini entah puisi entah guratan hati
Yang pasti
Namamu telah ada di hati

Hasan


Aku tak tahu
Kapan Tuhan menjemputnya
Sementara peluru2 tajam terus mengancam raka’at demi raka’atnya
Aku tak tahu
Kapan dia bisa kembali bermain bebas di padang rumput menerbangkan layangannya
Sementara tank-tank itu telah menggetarkan jalanannya
Aku tak tahu
Cinta apa yang ada didalam hatinya sehingga ia begitu baik pada orang yang bahkan tak menyadari dia adalah saudara
Bahkan setelah mengorbankan dirinya
Aku tak tahu
Adanya adalah rasa syukurku terbesarku
Tiadanya adalah tangisanku
Aku tak tahu
Apakah aku akan mempunyai jiwa mulia sepertinya
Sampai peluru itu bersarang di belakang kepalanya
Namanya Hasan
Bukan Hazaara

Persembahan untuk sosok hasan dalam film The Kite Runner