Tersandar aku di gelap malam, berhias bintang
Gugusan awan merah hilang sudah, Ibu
Kembali pikiranku ke kampung halaman yang akan selalu terkenang,
Mengenangmu, Ibu, yang menunggu di jendela kamar
Menanti anakmu yang terkadang lalai memberi kabar
Senyummu, Ibu, peluk hangatmu waktu itu, masih sangat terasa dalam relung jiwaku yang merinduimu.
Kini anakmu beranjak dewasa Ibu,
Melihatmu kini tak lagi muda, iba hati ini tak menentu
Saatnya aku minta restu Ibu, kini langkahku tak ingin selalu memebebanimu
Tak ingin ku dengar gelak garuda di angkasa melihatku masih merengek padamu, pertanda ketidakmampuanku
Terima kasih Ibu
Hanya kursi goyang ini yang bisa ku persembahkan sebagai pelepas penatmu
Tak mampu ku balas sepenuhnya Ibu
Perjuanganmu mengandungku, melahirkan dan merawatku hingga kini
Telah mengalahkan sabda angin pada alam jagat raya yang bercerita tentang kahidupan
Bertahun-tahun kau didik aku Ibu, mengajariku tentang arti perjuangan.
Kini tiba waktunya kulanjutkan perjuanganmu
Tak ingin lagi ku lihat engkau dalam kepayahan merintih karena beban
Do’akan anakmu, Ibu
Sungguh berat jalanan kehidupan yang berkerikil tajam
Tanpa kasih tulusmu
Terima kasih Ibu
Biodata:
Nama saya Wardatun Nabilah, panggilan saya Nabil. Lahir di Padang Panjang, Sumatra Barat, pada tanggal 27 September 1992. Saya anak pertama dari 6 bersaudara. Sekarang umur saya 19 tahun. Saya seorang mahasiswi IAIN Sunan Ampel Surabaya, Fakultas Syari’ah, jurusan al-ahwal al-syakhshiyyah. Cita-cita saya adalah guru. Hobi saya adalah menyanyi dan menulis sekalipun hanya beberapa saja tulisan saya yang selesai hingga akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar