Kamis, 17 Mei 2012

Dibalik cinta


CINTA
Hanya 5 huruf, tapi…….

Antara Tangis dan Duka……
Tawa dan Suka……
Akan menulis apa? CINTA. Lima huruf yang sangat menyakitkan, bahkan tak hanya ketika aku alami, tapi ketika aku menndengarnya, merasakannya. PAHIT.
Aku tak mau bercinta. Itulah responku atas segala kejadian yang berkaitan dengan cinta. Sungguh menyiksa,,,
Aku selalu gagal..
Gagal…
Karena belum waktunya,,
Cinta itu bagiku adalah kesiapan mental yang saling menerima, menyayangi antara dua orang yang saling berhuungan, jauh dalam lubuk hati yang terdalam aku ingin memiliki seseorangyang begitu menyayangku dan aku pun menyayanginya, memperhatikan aku karena aku memperhtaikannya. Tapi sampai saat ini belum ada.
Untuk adikku, aku katakan tidak pada CINTA. Aku tidak mau adikku mengalami hal pahit yang ku alami. Merasa begitu hina karena suamiku akan tahu bahwa dia bukanlah orang yang pertama. Tapi kesekian, entah akan ada salah satu dari orang yang ku kenal yang akan mendampingiku dalam pelaminan, menjadi imam shalatku dan mengajarkan do’a sehari-hari pada anak-anakku. Mungkin diantara teman-temanku, pengalaman cintaku yang paling banyak dan tak ada satupun yang menyenangkan, sekali lagi semuanya PAHIT.
Andai ku bisa ulang takdirku pada Zaman Azali sebelum aku terlahir ke dunia, aku akan minta menjadi seorang lelaki yang tak punya perasaan pada perempuan, tapi sangat sayang pada adik-adiknya. Entahlah. Hanya angan-angan setelah frustasi. Entah apa yang ku rasa saat menulis ini.
Cinta yang kandas adalah makananku dalam mengarungi cinta, cinta dan cinta. Anda tahu, memang benar akulah yang memutuskan para lelaki yang pernah singgah di hatiku. Kenapa? Karena tak ada yang memiliki komitmen dan semua takut.  Bagiku cinta itu menikah. Dan sebenarnya dalam islam pertautan cinta antara perempuan dan laki-laki ya dengan menikah. Tak ada  pacaran yang berlarut-larut. Bertahun-tahun. Bagaimana dengan ta’aruf? Apa benar orang yang bilang sedang ta’aruf mereka akan menikah?
****
Tulisan yang aneh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar