Pendiam. Namun
hanya untukku. Tak banyak tingkah. Namun hanya untukku. Aku diperlakukan berbeda
dengan teman-temannya. Setahuku, dia adalah orang yang suka humor dan sering “gila-gila”an.
Tapi ku harap segala puisi indah dan ucapan selamat tidur yang dia kirimkan
setiap malam, juga hanya untukku. Banyak hal yang kuumpamakan tentangnya. Pooh,
kakak gendut, semuanya pertanda terima kasihku atas segala kebaikannya. Ia tak
pernah mengumbar janji atau mengirimkan bunga mawar merah, hanya sebuah al-Quran
yang menjadi kenangan darinya hingga saat ini. Senyum dalam diam, hanya itu
yang sering dia tunjukkan padaku. Dan satu lagi yang baru ku tahu, ternyata dia
sering mencuri pandang dari jauh, begitulah yang sering dilaporkan teman-teman
padaku. Walaupun sekarang aku tak lagi bisa melihatnya dan aku tak tahu
bagaimana kabar cinta yang disimpan dalam hatinya, aku hanya memahami satu hal,
cinta tak harus dipenuhi kata-kata cinta.
Bintu muslim
adalah nama pena dari Wardatun Nabilah. Saat ini masih belajar dalam
kepenulisan. Bisa di temui di @nabil_tuing atau Hanya Nabielsendiri. Email: nabil_just@yahoo.co.id

dan cinta tak harus memiliki...
BalasHapus